Selasa, 12 September 2017

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Paling Mudah

author photo

Ihsan Magazine - BPJS Ketenagakerjaan terbagi ke dalam sejumlah program, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun, dan sebagainya. 


Jaminan Hari Tua (JHT) menjadi salah satu program yang mendapat perhatian dari peserta BPJS.

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Online 2017 Dengan Mengakses e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan



E-Klaim BPJS KetenagakerjaanRegistrasi Akun BPJS Ketenagakerjaan via bpjsketenagakerjaan.go.id


Tujuan dari adanya e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk mempersingkat waktu agar pada saat mengajukan klaim untuk mencairkan dana dari salah satu fasilitas yang disediakan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.


Tentunya ada prosedur dan tahapan yang harus diikuti. 

Artinya, tidak serta merta begitu selesai mengisi form isian online lalu dana akan begitu saja cair. Setidaknya, ada tahapan yang harus diikuti seperti tersaji di bawah ini.

1. Buat Akun Melalui Situs Resmi BPJS Ketenagakerjaan


Seperti pengajuan asuransi online, cara yang pertama harus dilakukan adalah membuat akun di sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/registrasi.bpjs

Dengan mengklik tautan tersebut, Anda akan langsung diarahkan pada laman registrasi yang mengharuskan Anda untuk mengisi data, seperti Nomor KPJ Aktif, Nama, Tanggal Lahir, Nomor E-KTP, Nama Ibu Kandung, No. Handphone, dan alamat Email. Isikan secara lengkap data pribadi sesuai dengan form isian yang diminta.

2. Pengisian Selesai, Tunggu Email untuk Kode Aktivasi


Selanjutnya, pesan akan dikirimkan ke alamat email Anda secara otomatis yang berisi Kode Aktivasi. Masukkan kode aktivasi tersebut pada kolom yang tersedia dan klik tombol Submit.

3. Pilih Menu yang Diinginkan


Selanjutnya, Anda akan diarahkan langsung ke laman BPJS Ketenagakerjaan Personal Service. 

Laman ini hanya bisa diakses secara langsung oleh pengguna yang memang telah terverifikasi. 

Pastikan bahwa dua langkah sebelumnya telah selesai dengan benar. 

Bila hendak melakukan klaim JHT, pilih menu e-Klaim JHT.

4. Isi Data pada Laman Pengajuan Klaim Elektronik


Selanjutnya, akan ditampilkan form Pengajuan Klaim Elektronik, isikan data sesuai yang diharuskan, antara lain Pilihan Kartu Peserta BPJS (KPJ), Pilihan Aksi (Pilih “Pengajuan Klaim”), Jenis Klaim (pilih sesuai diharapkan, contohnya “mengundurkan diri”). 

Kemudian lanjutkan dengan klik tombol Submit Form, perhatikan bagian “Informasi Transaksi”, klik Lanjutkan.

5. Tunggu SMS atau Email Informasi PIN


Bila sudah benar, selanjutnya, secara otomatis Anda akan menerima SMS atau email berisi pemberitahuan nomor PIN. 

Isilah dengan lengkap form yang muncul setelah laman “pengajuan klaim elektronik”. Pastikan sesuai dengan data asli, bagian ini menyangkut kerahasiaan dan bersifat pribadi, berisi no. Rekening, serta nama bank sebagai tempat masuknya dana transfer. 

Selesaikan dengan meng-upload dokumen pendukung secara lengkap.


Bila telah selesai, pihak yang bersangkutan selanjutnya akan menerima email berisi data pengajuan pencairan e-Klaim, validasi nantinya dilakukan di kantor cabang BPJS terdekat yang sesuai dengan tertera pada email balasan terakhir.


Bila kelima cara tersebut telah sukses, proses berikutnya hanya menunggu pemberitahuan untuk datang ke kantor cabang BPJS sesuai yang dipilih pihak yang bersangkutan. 

Validasi biasanya membutuhkan waktu selama satu minggu. Bawalah dokumen asli sesuai yang di-upload melalui e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan. 

Bila terjadi penolakan klaim, salah satu kemungkinannya adalah karena dokumen kurang lengkap.

Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Manual

1. Cek Kelengkapan Dokumen


Cek Kelengkapan Dokumen

Cek Kelengkapan Dokumen via blogspot.com



Seperti produk asuransi kesehatan, tahap pertama dari proses dan tahapan pencairan dana JHT BPJS adalah pemeriksaan dokumen. 

Dokumen memang merupakan syarat yang utama dari hal apapun yang berkaitan dengan pencairan keuangan. Di BPJS sendiri proses pemeriksaan dokumen biasanya dilakukan oleh petugas satpam dengan menggunakan map ceklis. 

Petugas security ini akan mengecek satu persatu dokumen dan berkas-berkas yang Anda bawa. Apabila ada satu saja dokumen yang kurang, petugas tidak akan meloloskan kita ke tahapan selanjutnya. Anda akan disuruh pulang terlebuh dahulu untuk melengkapi dokumen yang kurang. Dan jika ada dokumen yang belum difotocopy, petugas security biasanya akan menyarankan dan menyuruh Anda untuk memfotocopy terlebih dahulu.


Dokumen-dokumen yang wajib dilengkapi dan difotocopy dalam proses pencairan uang JHT BPJS Ketenagakerjaan tersebut antara lain Kartu Peserta Jamsostek/BPJS TK, paklaring, KTP atau SIM., 

Kartu Keluarga dan buku tabungan. Jadi sebaiknya sebelum berangkat Anda perlu melengkapi dan memfotocopy dulu beberapa dokumen yang dibutuhkan tersebut.

2. Mengisi Formulir Klaim Jaminan Hari Tua


Mengisi Formulir

Mengisi Formulir via detik.com



Jika Anda telah melengkapi seluruh dokumen yang dibutuhkan dan dinyatakan lengkap oleh petugas, maka Anda akan melanjutkan ke tahap kedua yaitu pengsisian formulir. 

Ditahap ini Anda akan diberikan formulir pencairan JHT oleh petugas. Tugas Anda pada tahap ini adalah mengisi formulir tersebut dengan data-data yang benar dan lengkap. 

Jangan malu dan segan untuk bertanya kepada petugas jika ada hal-hal yang tidak dimengerti dalam pengisian formulir.

3. Menandatangani Surat Pernyataan Sedang Tidak Bekerja


 Tanda Tangan Surat Pernyataan

Tanda Tangan Surat Pernyataan via wordpress.com



Setelah Anda mengisi formulir dengan lengkap dan benar, Anda nanti juga akan diwajibkan untuk mengisi surat pernyataan.

Surat pernyataan ini berisi sebuah keterangan yang menyatakan bahwa Anda memang sedang tidak bekerja di perusahaan manapun. 

Surat pernyataan tersebut harus Anda tanda tandangani di atas materai Rp. 6000 sebagai penguatnya pernyataan.

4. Letakkan Dokumen Ke Dalam Dropbox


Menunggu Diruang Yang Telah Disediakan

Memasukan Dokumen Kedalam Dropbox Yang Berada Diruang Tunggu via blogspot.com 



Semua berkas yang telah di periksa beserta formulir permohonan dan surat pernyataan yang telah ditandatangi tersebut harus dimasukkan kedalam sebuah map. 

Setelah Anda memasukkan semua berkas tadi ke dalam map, berikutnya Anda harus meletakkan map tadi di dalam dropbox yang telah disediakan, yang nantinya akan diperiksa kembali oleh petugas.

5. Ambil Nomor Antrian


Ambil Nomor Antrian

Salah Satu Contoh Nomor Antrian via blogdetik.com



Saat Anda meletakkan dokumen atau berkas tadi ke dalam dropbox, Anda jangan lupa untuk mengambil nomor antrian yang ada di bawah dropbox.

 Setelah itu, duduklah di kursi tunggu untuk  menunggu panggilan pada proses berikutnya. Pemanggilan akan dilakukan berdasarkanurutan nomor antrian yang ada.

6. Verifiikasi Data Diri


 Melakukan Sesi Wawancara

Melakukan Sesi Wawancara via detik.com



Setelah nama Anda dipanggil berdasarkan nomor urutan, maka Anda masuk ke tahap verifikasi data. Pada tahap verivikasi data diri ini Anda akan sedikit diwawancarai dengan beberapa pertanyaan. 

Biasanya pertanyaan yang diajukan yaitu kapan terakhir kerja, gaji terakhir berapa, siapa nama Ibu kandung.

7. Foto Diri


pengambilan Foto Diri Oleh Petugas  

Pengambilan Foto Diri Oleh Petugas via aktual.com



Setelah sesi wawancara, Anda akan diminta untuk foto diri. Untuk Anda atau peserta BPJS ketenagakerjaan yang sudah tidak bekerja dan akan mengambil 100% saldo JHT-nya, Anda juga akan melalui tahap foto. 

Foto diri ini akan menjadi bukti bahwa orang yang difoto tersebut sudah pernah mengambil semua uang JHT-nya.

8. Menerima Tanda Bukti Transaksi


Mita Bukti Transaksi Pada Petugas

Minta Bukti Transaksi Pada Petugas via bekasibusiness.com



Terakhir, tahapan pencairan dana JHT BPJS ketenagakerjaan adalah adalah penerimaan tanda bukti transaksi. 

Saat yang JHT sudah ditansfer oleh BPJS ketenagakerjaan ke rekening bank Anda, maka Anda akan menerima tanda buktinya. 

Pada tahapan ini Anda juga akan menerima kembali KTP, Kartu Keluarga dan Buku Tabungan Anda yang asli. 

Sementara Kartu Peserta Jamsostek/BPJS ketenagakerjaan yang sudah dicairkan tidak akan dikembalikan lagi.


Syarat pencairan jamsostek sebelum 5 tahun


Sehubungan dengan syarat pencairan Jamsostek sebelum 5 tahun, kebijakan pemerintah nampaknya masih berubah-ubah. Menyikapi hal ini Anda harus aktif mencari informasi karena ada kemungkinan tidak semua orang tahu soal info dana Jamsostek yang bisa dicairkan sebelum 5 tahun. Nah, berikut ini adalah kebijakan pemerintah terkait pencairan dana dari Jamsostek:



1. Klaim 10%

Ada beberapa tingkatan klaim Jamsostek, yang pertama adalah klaim sebesar 10%. Anda bisa melakukan klaim dengan tingkatan ini dengan ketentuan masih aktif bekerja di perusahaan. Jadi Anda bisa mengambil dana Jamsostek ketika masih aktif bekerja, namun hanya bisa diambil 10% dari total besar keseluruhan dana yang ada.



2. Klaim 30%

Tingkatan kedua adalah klaim sebesar 30%. Klaim ini bisa Anda lakukan dengan kondisi Anda masih aktif bekerja, namun Anda ingin melakukan pembelian rumah. Oleh karena itu, untuk mengajukan pencairan dana sebesar 30% ini, Anda memerlukan persyaratan tertentu. Seperti diantaranya adalah surat keterangan masih bekerja di perusahaan dan dokumen perumahan.



3. Klaim 100%

Selanjutnya adalah klaim terbanyak yaitu 100%, dimana klaim ini mengharuskan Anda berada dalam kondisi tertentu sehingga dianggap layak menerima kucuran dana yang cukup banyak. Anda memerlukan surat pengunduran diri atau PHK dari kantor, atau bukti yang menyatakan Anda sudah tidak bekerja lagi. Selain itu, Anda juga memerlukan paklaring dari perusahaan terakhir tempat Anda bekerja. 



Sisanya Anda hanya membutuhkan kartu keluarga, kartu identitas, dan juga buku tabungan. Jadi untuk bisa mencairkan dana Jamsostek sebesar 100%, Anda tidak perlu menunggu hingga usia 56 tahun atau harus mengalami cacat fisik permanen. Peraturan ini baru disahkan pemerintah pada tanggal 1 September 2015.

Syarat pencairan jamsostek tanpa paklaring

Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor PER-12/MEN/VI/2007 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Kepesertaan, Pembayaran Iuran, Pembayaran Santunan, dan Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, menyatakan bahwa Salah satu syarat klaim Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS TK atau Jamsostek adalah Surat keterangan pemberhentian bekerja dari perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial atau yang disebut dengan Paklaring.
Paklaring pada dasarnya adalah surat keterangan pernah bekerja dimana di dalamnya memuat tanggal mulai bekerja dan tanggal berhenti bekerja, dikeluarkan oleh perusahaan pada saat karyawan atau pegawai keluar atau berhenti bekerja.

Di peraturan BPJS sebelumnya, untuk persyaran claim JHT paklaring harus difotocopy dan dilegalisir oleh perusahaan tempat dimana dulu bekerja, namun khusus untuk peserta yang berhenti bekerja sejak 1 september 2015 dan seterusnya, 


jika ingin melakukan klaim JHT, syaratnya harus melampirkan dokumen paklaring (surat berhenti bekerja) yang di tujukan kepada Disnaker setempat dan di tembuskan kepada kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan.


Jadi kesimpulannya : "paklaring wajib disertakan di  sebagai salah satu berkas pesyaratan untuk melakukan klaim atau pencairan 100% dana JHT jamsostek bpjs ketenagakerjaan, jika tidak maka pencairan akan ditolak."

Terima kasih
Advertisement Rumah Baru Murah
Rumah Baru Murah

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post